Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2014

Dua Kantong yang Berbeda

      Alkisah, ada seorang yang sangat menikmati kebahagiaan dan ketenangan di dalam hidupnya. Orang tersebut mempunyai dua kantong yang satu terdapat lubang di bawahnya, tapi pada kantong yang lainnya tidak terdapat lubang. Segala sesuatu yang menyakitkan yang pernah didengarnya seperti makian dan sindiran, ditulisnya di sebuah kertas, digulung kecil, kemudian dimasukkanya ke dalam kantong yang berlubang. Tetapi semua yang indah, benar dan bermanfaat, ditulisnya ditulisnya disebuah kertas, keudian dimasukkannya ke dalam kantong yang tidak ada lubangnya. Pada malam hari, ia mengeluarkan semua yang ada di dalam saku yang tidak berlubang, membacanya dan menikmati hal-hal indah yang sudah diperolehnya sepanjang hari itu. Kemudian ia merogoh kantong yang ada lubangnya, tetapi ia tidak menemukan apapun. Maka ia pun tertawa dan tetap bersuka cita karena tidak ada sesuatu yang dapat merusak hati dan jiwannya. Teman-teman....inilah yang seharunya kita lakukan. Menyimpan...

Seorang Anak yang Membeli Waktu

    Pada suatu hari seorang Ayah pulang dari bekerja pukul 21.00 malam. Seperti hari-hari sebelumnya. Hari itu sangat melelahkan baginya. Sesampainya di rumah ia mendekati anaknya yang berusia 8 tahun yang duduk di kelas 2 SD sudah menunggunya di depan pintu ruma. Sepertinya ia sudah menunggu lama. "Kok belum tidur?" sapa sang Ayah pada anaknya. Biasanya si anak sudah terlelap ketika ia pulang kerja dn baru bangun ketika ia akan bersiap berangkat ke kantor di pagi hari.  "Aku menunggu Papa pulang, karena mau tanya berapa sih gaji Papa?", kata sang anak. "Lho tumben, kok nanya gaji Papa segala? Kamu mau minta uang lagi ya?", jawab sang Ayah. "Ah, nggak pa, aku sekedar pengin tahu aja " kata anaknya. "Oke, kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 Jam dan dibayar Rp 400.000,00. Setiap bulan rata-rata  dihitung dihitung 25 hari kerja. Jadi Papa satu bulan berapa, hayo?", tanya sang Ayah. Si anak k...

Bagaimana Jika Hari Esok Tak Akan Datang

   Bila Kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kulihat dirimu terlelap tidur. Aku akan menyelimutimu dengan lebih rapat dan berdoa kepada Tuhan agar menjaga jiwamu. Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kulihat dirimu melangkah keluar pintu, Aku akan memelukmu erat dan menciumu dan memanggilmu kembali untuk melakukannya sekali lagi. Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kudengar suaramu memuji. Aku akan merekam setiap kata dan tindakan dan memutarnya lagi sepanjang sisa hariku. Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya, akau akan meluangkan waktu ekstra satu atau dua menit, untuk berhenti dan mengatakan " Aku mencintaimu" dan bukannya menganggap kau sudah tahu. Jadi untuk berjaga-jaga seandainya esok tak pernah datang dan hanya hari inilah yang kupunya, aku ingin mengatakan betapa aku sangat mencintaimu dan kuharap kita takkan pernah lupa. Esok tak dijanjikan kepada siapa pun, baik tua maupun muda. Dan hari ini mungkin kesempatan terakhir...