Ilmu dan Al Qur'an

              Ilmu. Apakah sejatinya ilmu? Pada hakikatnya ilmu adalah suatu kebenaran. Setiap manusia yang hidup di muka bumi ini pastilah yang dicari pertama adalah suatu kebenaran. Hal itu menunjukkan jika pasti yang dicari manusia adalah ilmu.
             Setiap manusia pada dasarnya bersifat ingin tahu. Manusia pasti akan selalu mencari tahu hal-hal yang belum diketahui. Bagi seorang muslim, seharusnya kita patut bersyukur karena apa yang akan kita cari tahu telah ditunjukkan dalam Al-Qur’an. Sebagai kitab yang akan dijaga sampai akhir zaman, tentunya dalam Al-Qur’an telah memuat semua kebenaran-kebenaran yang telah Allah ciptakan.
            Sebagai manusia yang diberi akal dan penalaran, tugas kita adalah mengembangkan dan mencari tahu sendiri segala sesuatu yang tersirat dalam Al-Qur’an. Sebagai salah satu contoh, Allah berfirman: “Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 22). Dalam ayat tersebut disebutkan jika Allahlah yang telah menurunkan air hujan hingga bisa menumbuhkan tanaman-tanaman yang subur. Lalu, bagaimanakah proses hujan itu sendiri? bagaimana proses tumbuhnya tanaman-tanaman itu? Disinilah peran kita sebagai manusia. Kita harus mencari tahu sendiri dengan akal kita bagaimana hujan bisa terjadi, bagaimana awalnya, dan apa yang terjadi setelahnya.
                Hujan merupakan contoh kecil dari ilmu-ilmu lain yang terdapat dalam Al-Qur’an. Sebagai kitab yang paling sempurna, Al-Qur’an telah menunjukkan kepada kita untuk selalu membuka mata kita dan akal kita. Al-Qur’an secara tidak langsung telah menyuruh kita agar tidak buta akan kekuasaan Allah.
               Selama kita masih menjadi manusia yang sempurna, yang masih diberi penglihatan dan akal, kita harus selalu berusaha mengembangkan ilmu-ilmu yang ada dalam Al-Qur’an. Dunia masih belum berakhir, artinya Allah masih membuka kesempatan lebar bagi kita untuk menggunakan akal kita. Agar kita selalu berfikir dan sampai pada akhirnya kita akan menemukan kebenaran yang bisa kita buktikan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Ceramah Ustadz Abdul Somad, Lc., MA. (MP3 Download)

Beasiswa Dataprint